Rabu, 14 Februari 2018

Kesehatan - Voice of America: Tim Ilmuwan Temukan Cara Mudah Deteksi Alzheimer

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Tim Ilmuwan Temukan Cara Mudah Deteksi Alzheimer
Feb 15th 2018, 02:07, by noreply@voanews.com (George Putic)

Menemukan obat untuk Alzheimer adalah tugas yang sangat rumit, karena sampai kini ilmuwan belum mengetahui penyebab penyakit tersebut. Begitu gejala muncul, kehilangan daya ingat bertahap tidak bisa terelakkan dan obat yang tersedia hanya mampu melambatkan proses itu. Namun, peneliti percaya, penyakit itu berkembang secara perlahan, selama bertahun-tahun, sehingga mendeteksi sebelum gejala muncul, mungkin memberi pasien kesempatan lebih baik untuk hidup lebih lama.  Salah satu hal yang diketahui peneliti tentang Alzheimer, yang menjangkiti hampir 50 juta orang di seluruh dunia, adalah penyakit itu menghasilkan protein beracun yang disebut amyloid beta. Protein tersebut bisa dideteksi dengan memindai otak atau menganalisis cairan serebrospinal, tetapi kedua cara itu terlalu mahal dan tidak praktis untuk pemeriksaan berskala besar. Tim ilmuwan di Australia dan Jepang melakukan terobosan dalam mendeteksi penyakit itu. Profesor Colin Masters pada University of Melbourne, Australia, mengatakan, "Kami mengembangkan tes darah yang super sensitif yang bisa memperkirakan apakah seseorang akan mengidap penyakit ini." Tes itu menggunakan plasma darah yang disiapkan secara khusus dan magnet yang kuat. Dilakukan pada sampel darah dari 252 pengidap Alzheimer di Australia dan 121 di Jepang, usia 60 sampai 90 tahun, tes darah itu terbukti hampir 90 persen akurat. Peneliti kedua, pemenang Hadiah Nobel Kimia, Koichi Tanaka, dari Jepang mengatakan ilmuwan tetap harus menemukan obat Alzheimer. "Kalau dokter mengatakan Anda mungkin berisiko mengidap Alzheimer dalam 20 sampai 30 tahun, dalam situasi di mana tidak ada obat, Anda tidak akan bisa melakukan apapun kecuali merasa cemas akan hasil tes tersebut," kata Tanaka. Beberapa perusahaan besar biofarmasi di seluruh dunia menyatakan minat mereka pada tes baru itu, yang memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum diperkirakan uji klinis. [ka/jm]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar