Kamis, 31 Mei 2018

Kesehatan - Voice of America: WHO: Pemakaian Tembakau juga Picu Serangan Jantung dan Stroke

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
WHO: Pemakaian Tembakau juga Picu Serangan Jantung dan Stroke
Jun 1st 2018, 04:03

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengingatkan penggunaan tembakau menimbulkan penyakit jantung dan stroke, dan dapat memicu tiga juta kematian lebih dini dalam satu tahun. Pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Lisa Schlein melaporkan upaya-upaya guna mendorong pengguna tembakau menghentikan kebiasaan itu. Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian utama di dunia, membunuh hampir 18 juta orang setiap tahun. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengaitkan sekitar tiga juta kematian itu dengan penggunaan tembakau dan paparan pada perokok pasif. Direktur WHO Untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular Douglas Bettcher mengatakan kebanyakan orang sadar bahwa merokok meningkatkan risiko kanker dan penyakit paru-paru, tetapi penelitian menunjukkan banyak orang tidak menyadari bahwa penggunaan tembakau juga memicu serangan jantung dan stroke. "Ada kesenjangan besar dalam pengetahuan tentang risiko penyakit kardiovaskular akibat penggunaan tembakau. Di banyak negara, kesenjangan pengetahuan ini sangat besar. Persentase orang dewasa yang tidak percaya bahwa merokok menyebabkan stroke, misalnya di China, mencapai 73%. Untuk serangan jantung misalnya, 61% orang dewasa di China tidak sadar bahwa merokok meningkatkan risiko (serangan jantung)," ujar Bettcher. Pengetahuan adalah kekuatan. Manajer proyek pengendalian tembakau WHO Vinayak Prasad mengatakan pengetahuan dapat menyelamatkan nyawa. "Jika perokok berhenti merokok, risiko penyakit kardiovaskular baru akan hilang dalam 15 tahun. Jadi 15 tahun setelah berhenti merokok, risikonya masih sama seperti jika Anda tidak berhenti merokok," tukas Prasad. WHO melaporkan penggunaan tembakau telah turun, dari 27% pada tahun 2000 menjadi 20% pada tahun 2016. Meskipun demikian WHO menambahkan bahwa merokok menyebabkan lebih dari tujuh juta orang meninggal setiap tahun. Badan PBB itu mengatakan lebih dari 80% perokok tinggal di negara-negara berkembang, dan jumlahnya terus meningkat. WHO menyatakan prevalansi merokok menurun di seluruh kawasan di dunia, kecuali Timur Tengah dan Afrika. [em/al]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kesehatan - Voice of America: Terapi Gen Mungkinkan Penyembuhan Kanker Paling Ganas

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Terapi Gen Mungkinkan Penyembuhan Kanker Paling Ganas
Jun 1st 2018, 01:33

Terapi gen secara potensial bisa memungkinkan dokter mengobati jenis-jenis kanker yang paling ganas, dan penyakit-penyakit keturunan dengan hanya satu kali suntikan. Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika baru-baru ini menyetujui penggunaan tiga jenis obat anti kanker, yang dibuat dengan menggunakan sel-sel manusia yang direkayasa. Kata para pakar, sekitar 80 persen dari segala jenis penyakit kanker bisa diobati dengan terapi gen di masa depan. Christian Guardino yang berumur 17-tahun adalah seorang penyanyi berbakat dari New York, yang berhasil maju ke babak semi-final kompetisi America's Got Talent tahun lalu. Christian lahir dengan penyakit mata keturunan yang secara perlahan mengakibatkan kebutaan. Ketika berumur 12 tahun, Christian hanya bisa melihat sumber cahaya yang terang. Satu tahun kemudian, Christian diikutkan dalam percobaan klinis dengan menggunakan terapi gen baru menggunakan obat yang disebut Luxturna. Obat itu dirancang untuk membantu orang-orang yang menderita karena mutasi gen yang diberi nama RPE65, yang dalam keadaan normal menghasilkan protein yang penting bagi penglihatan yang normal. Ibu Christian, Beth Guardino mengatakan, "Dokter Bennet dan timnya berhasil mengklon gen RPE65 yang tidak dimiliki oleh Christian. Setelah disuntikkan ke dalam tubuhnya, gen itu mulai menghasilkan protein yang penting itu." Christian Guardino sangat senang setelah terapi gen itu. "Saya kini bisa melihat banyak hal, seperti bulan dan bintang-bintang, matahari terbenam dan salju yang berjatuhan. Semua itu tidak bisa saya lihat sebelum menjalani terapi gen itu," ujar Christian. Pada akhir tahun 1980-an, para pakar menemukan sel-sel limposit yang terdapat dalam tubuh manusia bisa memusnahkan jenis kanker melanoma. Tapi baru 20 tahun kemudian para pakar berhasil mengubah sel-sel itu secara genetika untuk melawan jenis-jenis kanker lainnya dan mencangkokkannya ke dalam tubuh pasien. Dr. Steven Rosenberg, kepala bagian bedah pada Lembaga Kesehatan Nasional mengatakan, "Kami menggunakan gen yang punya kemampuan untuk mengenali sel-sel kanker, dan mencangkokkannya ke dalam limposit dengan menggunakan sejenis virus. Kemudian kami menumbuhkan sel-sel itu dalam jumlah besar dan hasilnya kami suntikkan ke dalam tubuh pasien." Itu berarti, hanya diperlukan satu kali suntikan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Cara pengobatan ini sangat mahal; obat yang digunakan untuk mengobati mata Christian mencapai setengah juta dollar untuk tiap mata. [ii]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.