Kamis, 27 Juni 2019

Kesehatan - Voice of America: WHO Luncurkan Alat Baru untuk Hambat Pertumbuhan Bakteri Kebal Obat

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
WHO Luncurkan Alat Baru untuk Hambat Pertumbuhan Bakteri Kebal Obat
Jun 27th 2019, 21:04

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan alat baru untuk menghambat pertumbuhan antimikroba atau bakteri kebal antibiotik. WHO mengatakan, kampanye globalnya bertujuan untuk membuat keputusan dan pembuat kebijakan sadar akan penggunaan antibiotik yang tepat dan manjur untuk infeksi tertentu. Bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik atau antimikroba berkembang karena meluasnya penyalahgunaan antibiotik. WHO menganggap kekebalan bakteri sebagai salah satu risiko kesehatan paling mendesak di dunia. Ini memperingatkan bahwa satu abad kemajuan medis akan gagal jika tidak ada tindakan untuk melawan peningkatan kekebalan dengan menggunakan antibiotik yang lebih aman dan manjur. Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses obat-obatan, Mariangela Simao mengatakan, pneumonia membunuh banyak anak di negara berkembang, karena mereka tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. "Lebih dari satu juta kematian di negara-negara berkembang disebabkan penyakit akibat bakteri yang dapat diobati, yang dalam banyak kasus dikaitkan dengan kurangnya akses ke antibiotik, atau kesalahan menulis resep dan diagnosa. Jadi, dengan meluncurkan alat ini, WHO bertujuan mengurangi kesenjangan antara kelebihan penggunaan antibiotik dan aksesnya," katanya. Alat yang dikembangkan oleh WHO didasarkan pada Daftar Obat Pokok WHO. Daftar tersebut menetapkan antibiotik mana yang akan digunakan untuk infeksi yang paling umum dan serius yang harus tersedia setiap saat dalam sistem perawatan kesehatan. Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Perlawanan Antimikroba, Hanan Balkhy, mengatakan Daftar Obat Pokok juga menunjukkan antibiotik yang harus digunakan dengan hemat dan sebagai upaya terakhir. "Kami berharap bahwa daftar itu akan menjadi referensi yang sah untuk penyedia layanan kesehatan yang ingin memahami cara-cara yang lebih baik dalam menulis resep antibiotik. Dan dengan mengikuti pedoman itu sebenarnya akan membantu mereka dalam sistem bagaimana mereka akan membuat resep antibiotik, dan memilikinya berdasarkan sumber daya yang sah, yaitu WHO," ujatnya. WHO mencatat, tidak ada investasi bermakna yang dihasilkan dalam pengembangan antibiotik baru. Oleh karena itu, dikatakan meningkatkan penggunaan antibiotik yang ada sangat penting untuk menghambat penyebaran antimikroba lebih lanjut. Ia menambahkan, pedoman baru akan membantu pembuat resep dan petugas kesehatan memilih antibiotik yang tepat untuk infeksi yang tepat, sehingga melindungi antibiotik yang terancam punah. (ps/lt)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Rabu, 26 Juni 2019

Kesehatan - Voice of America: San Fransisco Jadi Kota AS Pertama yang Larang Penjualan Rokok Elektrik

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
San Fransisco Jadi Kota AS Pertama yang Larang Penjualan Rokok Elektrik
Jun 27th 2019, 03:41

San Fransisco menjadi kota pertama di Amerika yang melarang penjualan rokok elektrik hingga dampaknya pada kesehatan manusia menjadi lebih jelas. Badan legislatif kota itu, Selasa (25/6), dengan suara bulat menyetujui larangan penjualan vaporizers, suatu alat yang mengeluarkan nikotin dalam bentuk yang dapat dihirup, hingga produk itu disetujui oleh otoritas kesehatan federal. Mereka yang mendukung larangan itu mengatakan hal itu penting karena "konsekuensi kesehatan publik yang signifikan'' akibat "lonjakan dramatis" penggunaan vaporizers di kalangan anak muda. Salah seorang warga Kota San Fransisco, Conner Sweeney, mengatakan kepada VOA bahwa "pelarangan itu baik karena banyak remaja yang kini merokok menggunakan vaporizer." Ditambahkannya, "saya merokok, tetapi kini begitu banyak anak menggunakan rokok elektrik dan saya tidak suka itu. Jika adik saya menggunakannya, saya juga tidak suka. Jadi melarang hal itu merupakan hal yang baik." Tetapi para pengecam mengklaim aturan itu hanya akan semakin menyulitkan orang dewasa mencari alternatif selain produk tembakau tradisional. Kota di Northern California itu merupakan tempat pabrik "Juul Labs" – pembuat rokok elektrik yang paling populer di Amerika saat ini. Perusahaan itu mengatakan larangan itu hanya akan mendorong para perokok kembali ke rokok tradisional dan "mendorong berkembangnya pasar gelap." Badan Pengawas Obat dan Pangan Amerika (FDA) mengatakan penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja sudah mencapai "tingkat epidemi." Rokok elektrik telah dipromosikan sebagai piranti yang ampuh untuk membantu orang dewasa menghentikan kebiasaan menggunakan produk tembakau tradisional. Tetapi penelitian hanya menemukan sedikit bukti tentang hal itu. Menurut data yang dikutip FDA, lebih dari dua juta anak SMP dan SMA menggunakan piranti vaporizers ini pada 2017. [em/al]  

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.