Kamis, 31 Januari 2019

Kesehatan - Voice of America: WHO Serukan Tindakan Cepat Membasmi Cancer

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
WHO Serukan Tindakan Cepat Membasmi Cancer
Feb 1st 2019, 00:15, by noreply@voanews.com (Lisa Schlein)

Menjelang Hari Kanker Sedunia tanggal 4 Februari, Badan Kesehatan Dunia, WHO menyerukan untuk mempercepat tindakan guna membasmi kanker mulut rahim atau serviks, penyakit yang bisa dicegah, yang membunuh lebih dari 300.000 perempuan tiap tahun, kebanyakan di negara-negara berkembang. Kanker mulut rahim atau serviks adalah penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia. Sembilan dari 10 kematian terjadi di negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah. Penyakit ini disebabkan oleh virus papilloma manusia dan ditularkan melalui hubungan seksual.   WHO mengatakan, kanker mulut rahim dapat disembuhkan jika orang yang tertular didiagnosa dan diobati pada tahap dini. Tetapi seperti penyakit lainnya, pencegahan adalah pengobatan terbaik. Dalam kasus kanker serviks, tersedia vaksin manjur yang dapat mencegah penyakit itu, kalau diberikan kepada anak perempuan berusia antara sembilan sampai 14 tahun.   Petugas teknis Program Imunisasi WHO, Paul Bloem, mengatakan, vaksin itu diberikan secara luas di negara-negara kaya. Sementara negara-negara dengan beban kanker servik tertinggi di Afrika dan Asia, masih tertinggal. Ia mengatakan kemajuan ke arah itu sedang dilakukan. "Di negara-negara seperti Rwanda, yang memelopori vaksin itu di Afrika, anak perempuan yang divaksinasi sejak lima atau enam tahun lalu mencapai lebih dari 90 persen. Bhutan juga mencapai 90 persen dan Malaysia 97 persen. Jadi terdapat contoh-contoh bagus yang menunjukkan bahwa vaksin ini diterima dan disalurkan ke negara-negara yang berpenghasilan rendah," kata Bloem. Bloem mengatakan, empat negara di Afrika — Ethiopia, Tanzania, Zimbabwe dan Senegal memperkenalkan vaksin itu tahun lalu. Ia menambahkan, 11 negara lagi di Afrika dan Asia akan mulai menggunakan vaksin itu tahun depan. Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Keluarga, Wanita, Anak-anak dan Remaja, Princess Nothemba Simelela mengatakan, masalah besar di negara berkembang adalah kurangnya tenaga trampil untuk menguji dan mendiagnosa kanker mulut rahim pada wanita. Simelela menambahkan, perempuan yang tinggal di daerah terpencil dan pedesaan sering punya kesulitan pergi ke klinik, tempat mereka diuji dan diobati untuk penyakit itu. Namun dia mengatakan kepada VOA, ada beberapa strategi, yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengatasinya. "Kita bisa memanfaatkan klinik berjalan yang bisa dijangkau. Kadang-kadang, yang ada adalah kebutuhan berhari-hari dimana perempuan harus dipanggil atau gadis-gadis dibawa ke sana untuk mendapat perhatian ini." Dia mengatakan strategi lain yang dapat digunakan pemerintah adalah menggunakan program kesehatan sekolah. Sebagai contoh, Rwanda dan Afrika Selatan membawa vaksin ke sekolah-sekolah, di mana tersedia akses ke sejumlah besar anak perempuan dalam kelompok usia yang perlu dijangkau. (ps/jm)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kesehatan - Voice of America: Pemerintah Kanada Putuskan Kurangi Staf Diplomatik di Kuba

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Pemerintah Kanada Putuskan Kurangi Staf Diplomatik di Kuba
Jan 31st 2019, 07:33

Pemerintah Kanada memutuskan akan mengurangi jumlah staf diplomatiknya di Kuba sampai separuhnya, setelah seorang lagi diplomatnya jatuh sakit. Kata jurubicara pemerintah hari Rabu, ini meningkatkan jumlah warga Kanada yang sakit di Kuba karena gejala-gejala yang misterius, menjadi 14 orang sejak tahun 2017. Para diplomat Kanada dan Amerika di Havana mulanya mengeluh karena pusing, sakit kepala dan mual pada musim semi tahun 2017.  Pemerintah  Amerika mengurangi jumlah staf kedutaannya dari 50 menjadi 18 orang, setelah lebih dari dua puluh orang menunjukkan gejala penyakit aneh yang belum diketahui penyebabnya. "Karena itu pengurangan staf kedutaan Kanada di Kuba adalah tanggapan yang tepat," kata pejabat pemerintah Kanada kepada wartawan. Dutabesar Kuba untuk Kanada, Josefina Vidal mengatakan pemerintahnya menganggap keputusan Kanada itu "tidak bisa dimengerti" , karena tidak akan menyelesaikan misteri penyakit yang diderita staf kedutaannya, dan hanya akan merusak hubungan diplomatik kedua negara. "Tindakan ini hanya menguntungkan Amerika yang memanfaatkan isu ini untuk menjelek-jelekkan Kuba," kata Vidal. [ii]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.