Jumat, 29 Desember 2017

Kesehatan - Voice of America: Alat Baru untuk Deteksi Kanker Payudara

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Alat Baru untuk Deteksi Kanker Payudara
Dec 29th 2017, 14:30, by noreply@voanews.com (Carol Pearson)

Deteksi dini kanker payudara menyelamatkan nyawa. Kanker payudara adalah kanker paling umum yang menyerang perempuan di berbagai penjuru dunia. Reporter VOA Carol Pearson melaporkan, para ilmuwan kini mencari cara-cara baru untuk mendeteksi kanker payudara sementara mereka mempelajari metoda-metoda pemindaian yang ada untuk menemukan yang terbaik. Pada saat melakukan mammogram, teknisi menggunakan sinar X untuk mengambil gambar payudara perempuan yang dijepit di antara dua lempeng kaca. Radiolog kemudian mengevaluasi gambar itu untuk melihat kemungkinan adanya tumor. Mamogram tidak diragukan telah menyelamatkan banyak nyawa. Jumlah kematian akibat kanker payudara menurun sekitar 30 persen sejak mammogram diperkenalkan pada tahun 1970-an. Ini karena bila kanker ditemukan saat dini, peluang untuk mengalahkannya lebih besar Mammogram adalah alat pemindaian terbaik yang tersedia saat ini, namun tingkat akurasinya tidak mencapai 100 persen. Mammogram bisa menghasilkan gambar yang terlihat normal meski ada kanker, dan dapat menunjukkan gambar yang tidak normal padahal tidak ada kanker sama sekali. Mammogram standar menghasilkan gambar dua dimensi. Bagi 40 hingga 50 persen perempuan dengan payudara yang padat, gambar dua dimensi ini sering membuat tumor dan jaringan payudara terlihat serupa, yakni seperti massa putih. Pakar kanker payudara dari American Cancer Society, Dr. Otis Brawly, mengatakan mammogram tiga dimensi memberikan gambaran yang lebih rinci, dan oleh karena itu dianjurkan untuk perempuan yang memiliki payudara yang berserat atau padat. "Mammogram tiga dimensi menemukan kanker yang tidak bisa dideteksi mammogram dua dimensi. Namun yang jadi persoalan adalah biayanya lebih mahal dan menggunakan lebih banyak radiasi. Yang juga jadi persoalan, mammogram tiga dimensi sering menunjukkan hasil positif yang sebetulnya keliru," kata Dr.Otis Brawly. Saat ini sebetulya ada metoda pemindaian baru yang memanfaatkan teknologi ultra suara (USG). Pada metoda ini, perempuan akan diminta berbaring di atas meja evaluasi dan kemudian perangkat USG digerakkan sejajar tubuh untuk mengambil ribuan gambar jaringan payudara. Hasil evaluasi in biasanya menghasilkan antara 3.000 hingga 5.000 gambar yang kemudian dapat dibaca oleh radiolog. "Ini adalah teknik pemindaian baru.Alat ini membantu mendeteksi kanker payudara di kalangan perempuan yang memiliki payudara padat," kata Dr. Megha Garg, direktur program pemindaian payudara di pusat penelitian kanker Universitas Missouri. Teknologi dengan USG ini tidak menggunakan radiasi sehingga berisiko lebih rendah dibandingkan dengan mammogram. Meski demikian, Garg mengatakan, belum saatnya untuk melupakan mammogram standar. "Alat ini tidak menggantikan mammogram tradisional. Mammogram adalah standar terbaik untuk mendeteksi kanker payudara. Alat ini membantu mammogram di kalangan perempuan yang memiliki payudara padat," Studi-studi kini sedang berlangsung untuk menemukan teknik paling efekif. Sementara Amerika Utara, Eropa Barat dan Australia memiliki tingkat kasus kanker payudara tertinggi di dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hampir 50 persen kasus kanker payudara dan sekitar 60 persen kematian terkait kanker payudara terjadi di negara-negara yang belum maju. Jika kita dapat memperbaiki teknik deteksi dan pengobatan, sedikitnya 400.000 nyawa perempuan dapat diselamatkan setiap tahunnya. [ab/lt]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kesehatan - Voice of America: Pembersih Telinga Masih Penyebab Utama Pecah Gendang Telinga

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Pembersih Telinga Masih Penyebab Utama Pecah Gendang Telinga
Dec 29th 2017, 11:10

Data unit gawat darurat Amerika Serikat memastikan memasukan benda-benda apa saja yang lebih kecil dari lengan anda, bisa merusak gendang telinga. Sebanyak 66 pasien yang dirawat karena mengalami trauma kebocoran selaput timpani, mencelakai diri sendiri dengan menusukkan "alat-alat" ke telinga mereka. Hampir setengah dari kasus ini disebabkan oleh penggunaan kapas untuk membersihkan telinga. "Dalam pengalaman kami, alat dengan ujung kapas (Q-tips atau produk cotton bud lainnya), adalah alat paling sering digunakan pasien untuk membersihkan telinga mereka," kata penulis utama, Dr. Eric Carnoil, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dari Universitas Toronto mengatakan kepada Reuters Health melalui email. "Dugaan kami, sebagian besar dari cedera ini diakibatkan para pasien mencoba mengeluarkan kotoran telinga," kata Carnoil. Selaput timpani atau gendang telinga adalah bagian yang mengirimkan suara dari telinga luar ke tulang-tulang di dalam telinga dan melubangi lapisan tersebut bisa mengakibatkan kehilangan pendengaran. Dokter spesialis THT banyak menemui pasien datang ke tempat prakteknya dengan selaput timpani yang berlubang akibat infeksi atau trauma, kata Carnoil. Studi ini memusatkan pada penyebab kebocoran gendang telinga. Banyak pasien tidak menyadari mereka bisa mencederai saluran telinga, mendorong kotoran telinga lebih dalam atau bahkan memecahkan gendang telinga, ujar Carnoil. Sekitar 60 persen pasien adalah kaum pria dan kebanyakan berusia 18 tahun atau lebih muda. "Instrumentasi saluran telinga" adalah penyebab cedera untuk 65 persen kasus dan 45 persen dari angka ini disebabkan oleh penggunaan alat berujung kapas, menurut studi tersebut. Bagi anak-anak dari bayi hingga usia 5 tahun, benda-benda asing adalah penyebab 86 persen cedera dan 66 persen pada anak usia 6 hingga 12 tahun. Diantara orang dewasa berusia 37 tahun hingga 54 tahun, memasukkan benda asing ke dalam telinga menyebabkan gendang telinga berlubang sebanyak 55 persen dan 67 persen di kalangan dewasa berusia 55 tahun atau lebih. Selain pembersih telinga berujung kapas atau cotton bud, alat-alat lainnya termasuk jepit rambut, mainan, sisir, pensil, sedotan, tusuk gigi dan tusukan permen loli. Kegiatan di air, seperti ski air dan menyelam, juga penyebab penting cedera telinga, terutama diantara remaja dan mereka yang berusia 19 tahun hingga 36 tahun, kata Carnoil. Meski begitu, kata dia, "tolong jangan gunakan cotton bud untuk membersihkan telinga anda." Carnoil mengatakan banyak pasien datang ke kantornya untuk bertanya bagaimana sebaiknya membersihkan kotoran telinga. "Kotoran telinga dihasilkan di sepertiga bagian saluran telinga dan itu bisa bisa hilang dengan air. Oleh karena itu, setelah mandi, banyak orang bisa membersihkannya dengan menggunakan handuk mandi untuk menghilangkan kotoran dari telinga," kata dia. [fw/au]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.