Selasa, 30 Oktober 2018

Kesehatan - Voice of America: Kantong Tidur Bisa Kurangi Risiko Sindroma Kematian Mendadak Bayi

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Kantong Tidur Bisa Kurangi Risiko Sindroma Kematian Mendadak Bayi
Oct 30th 2018, 10:25, by noreply@voanews.com (Reuters)

Kantong tidur bayi setidaknya sama amannya dengan perlengkapan tidur bayi lainnya untuk pencegahan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan mungkin lebih aman, menurut sebuah analisis baru, seperti dilansir Reuters.  SIDS adalah kematian mendadak dan tidak dapat dijelaskan yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 12 bulan. Meski sedikit yang diketahui mengenai kondisi ini, faktor-faktor seperti meletakan bayi tidur menghadap ke bawah, atau menggunakan alas tidur yang lembut, diperkirakan meningkatkan risiko SIDS.  Menanggapi panduan pencegahan peringatan terhadap menempatkan bayi untuk tidur dengan selimut, orang tua menaruh bayi mereka di kantong tidur. "Kantong" ini adalah kantung selimut tanpa lubang tangan yang menutupi bahu. Tubuh bayi masuk dengan lengan di luar kantong untuk mencegah kain kantong tersebut naik ke atas kepala.  "Kantong tidur bayi digunakan oleh banyak orang tua di seluruh dunia, namun penting untuk tidak menganggap popularitas setara dengan keamanan," kata Alessandra Glover Williams dari Rumah Sakit Royal United di Inggris.  Williams dan koleganya, Fiona Finlay, menganalisis empat penelitian sebelumnya terhadap bayi Austria, Mongolia, Belanda, dan Inggris yang meneliti dampak dari kantong tidur terhadap risiko SIDS atau faktor risiko SIDS. Merek melaporkan temuan mereka di jurnal Archives of Disease in Childhood.  "Tidak banyak percobaan yang meneliti kantong tidur bayi dan risiko SIDS, namun barang yang tersedia semuanya berkualitas tinggi," kata William.  Dua penelitian tersebut mengamati efek kantong tidur bayi terhadap risiko SIDS. Dua lainnya mempertimbangkan pengaturan suhu.  Penelitian Belanda, dipublikasikan pada 1998, menemukan bahwa kantong tidur berbahan kapas dapat menurunkan risiko SIDS sebesar 65 persen dan bahwa bayi yang mengenakan kantung tidur cenderung tidak tidur dalam keadaan tengkurap.  Penelitian Austria menemukan bahwa bayi akan tetap hangat ketika mereka tidur di kantung tidur dan dibungkus selimut. Penelitian pada bayi Mongolia menemukan suhu tubuh yang sama pada bayi yang memakai kantong tidur atau terbungkus.  The Lullaby Trust, sebuah badan amal Inggris yang bertujuan untuk mencegah kematian yang mendadak pada bayi, merekomendasikan kantong tidur untuk bayi sebagai alternatif yang baik dari selimut.Tapi, tidak secara khusus mengatakan bahwa hal tersebut mengurangi risiko SIDS.  Karena SIDS jarang terjadi, "sulit untuk mengumpulkan data yang memadai untuk memahami sepenuhnya faktor apa yang mungkin menyebabkan SIDS," kata Dr. David Schwebel dari Universitas Alabama di Birmingham.  Dr. Joanna Garstang dari Universitas Warwick, yang mengulas analisis tersebut, mengatakan keterbatasan utama dari analisis baru ini adalah data tersebut kurang lengkap, karena hanya terdapat sedikit publikasi mengenai kantong tidur dan SIDS. Dr. Schwebel setuju. [vp/ft]  

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Minggu, 28 Oktober 2018

Kesehatan - Voice of America: Jumlah Anak Kongo yang Meninggal akibat Ebola Meningkat

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Jumlah Anak Kongo yang Meninggal akibat Ebola Meningkat
Oct 28th 2018, 22:21

Anak-anak di wilayah timur Republik Demokratik Kongo meninggal akibat Ebola pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagian besar karena praktek sanitasi yang buruk di klinik yang dikelola oleh tabib tradisional, kata kementerian kesehatan  hari Minggu (28/10). Dampaknya pada anak-anak sangat terasa di kota Beni, yang telah menjadi episentrum baru wabah ini. Dari 120 kasus Ebola yang dikonfirmasi di Beni, sedikitnya 30 orang berusia di bawah 10 tahun, dan 27 di antaranya telah meninggal, menurut data kementerian kesehatan. Banyak anak-anak yang terkena wabah malaria di dekat Beni diperkirakan mengidap Ebola di klinik yang dikelola oleh tabib tradisional yang juga merawat pasien Ebola, kata Jessica Ilunga, juru bicara kementerian kesehatan. Laju kasus baru di Kongo timur telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Komite darurat Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan awal bulan ini bahwa wabah itu kemungkinan akan memburuk secara signifikan jika respons tidak ditingkatkan. Kongo telah menderita 10 kali wabah Ebola sejak virus itu ditemukan di dekat Sungai Ebola pada tahun 1976. Wabah saat ini duduk pada peringkat ketiga dalam hal jumlah kasus yang dikonfirmasi. [as]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.