Sabtu, 28 Desember 2019

Kesehatan - Voice of America: Dokter yang Dituduh Bunuh 25 pasien, Gugat Rumah Sakit atas Pencemaran Nama Baik 

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Dokter yang Dituduh Bunuh 25 pasien, Gugat Rumah Sakit atas Pencemaran Nama Baik 
Dec 29th 2019, 04:09, by voadigital@voanews.com (Associated Press)

Seorang dokter di negara bagian Ohio yang dituduh memberikan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan dan mengakibatkan kematian 25 orang pasiennya, menuduh pihak rumah sakit merusak nama baiknya. Dia beralasan ia menjalankan  kebijakan rumah sakit dengan baik tentang perawatan pasien yang hampir meninggal. Dr William Husel membantah tuduhan melakukan pembunuhan, dan mengajukan gugatan hukum atas Mount Carmel Health System serta perusahaan induknya, Trinity Health Corporation, karena merusak nama baiknya. Kata Husel, pasien-pasien itu meninggal karena penyakit mereka, dan bukan karena  obat penghilang rasa sakit jenis fentanyl yang diresepkannya. Menurut Associated Press, Husel mengatakan ia mulai bekerja di rumah sakit itu pada 2013 sebagai  dokter untuk menangani kasus-kasus gawat, dan mendapat penghargaan sebagai Dokter Terbaik tahun 2014. Para pejabat rumah sakit Mount Carmel mengatakan dr. Husel memberikan resep fentanyl yang berlebihan kepada sedikitnya 27 pasien yang hampir meninggal, setelah pihak keluarga  minta supaya  usaha  pengobatan dihentikan. Seorang ahli farmasi dan sembilan perawat di rumah sakit Mount Carmel juga menuntut rumah sakit itu bulan ini dan mengatakan dr Husel tidak melakukan kesalahan apapun. Para perawat itu mengatakan, eksekutif rumah sakit tidak tahu  cara perawatan standar bagi pasien-pasien yang sudah mendekati akhir hidup mereka. [ii/ft]  

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Kamis, 26 Desember 2019

Kesehatan - Voice of America: Rumput Gelagah, Cara Murah dan Cepat untuk Bersihkan Air Limbah

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Rumput Gelagah, Cara Murah dan Cepat untuk Bersihkan Air Limbah
Dec 27th 2019, 00:16

Rumput gelagah yang juga disebut phragmites, adalah tanaman lahan basah yang dianggap agresif, karena bisa mengalahkan tanaman lain, dan menggeser hewan atau binatang-binatang lain yang biasa hidup di sana. Phragmites bisa tumbuh cepat dan tinggi, antara satu sampai tiga meter, dan sepintas tampak sebagai tanaman bagus yang menghiasi tepi-tepi sungai dan dataran rendah. Tapi kini ada manfaat lain tanaman ini.  Sejenis tanaman air yang umumnya disebut rumput gelagah, ternyata lebih efisien untuk membersihkan air limbah daripada menggunakan alat-alat mekanis. Kata para pakar, rumput gelagah itu bisa membersihkan air kotor dengan cepat dan murah. Brandee Nelson adalah insinyur lingkungan yang bekerja untuk sistem lingkungan kota Tivoli di negara again New York. Ia mengenakan sepatu bot dari karet setinggi lutut sambil berjalan diantara rumput gelagah yang tumbuh di atas sebidang tanah berlumpur cair yang mirip sawah. "Saya berdiri disini di dalam lumpur cair sampai setinggi mata kaki. Ini bukan lumpur biasa, tapi sisa-sisa bahan organik dari air limbah kotoran manusia yang telah mengendap. Konsistensinya seperti es krim cair," ujar Nelson. "Es krim cair" itu tadinya adalah kotoran manusia yang disentor ke dalam WC dan disalurkan ke tempat penampungan untuk dikeringkan. Hasilnya bisa dipakai untuk pupuk atau tanah penimbun. Nelson sedang memantau pertumbuhan rumput gelagah yang baru saja ditanam di sawah organik itu. Menurut Nelson, phragmites itu biasanya dianggap sebagai tanaman air yang menimbulkan masalah, karena tumbuh dengan cepat dan mendesak tanaman air lainnya yang dianggap lebih berguna. Tapi dalam hal ini, tanaman itu justru melakukan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. "Tanaman rumput gelagah ini fungsinya adalah menyerap air yang bercampur dengan kotoran manusia, karena tanaman ini bisa menyerap air dalam jumlah besar. Dalam waktu satu hari saja, lumpur kotoran manusia ini akan kering sama sekali," imbuhnya. Kata wakil walikota Tivoli Tom Cordier, itu berarti penghematan ongkos angkut sebanyak 45 ribu dollar untuk membuang kotoran itu ke tempat penimbunan. Katanya, dengan menggunakan empang-empang pengering, dibutuhkan waktu sampai satu minggu untuk menguapkan airnya, kalau cuaca baik. Tapi seringkali, ketika kami sedang bersiap-siap menggunakan buldozer untuk mengambil sedimen yang sudah kering itu, turun hujan lebat sehingga lumpur kering itu kembali menjadi es krim cair, kata Cordier sambil tersenyum. Pada musim dingin, empang-empang pengering itu beku, dan harus digali dengan menggunakan mesin-mesin sekop yang besar. Kota Tivoli tadinya harus membuang sedimen kering itu tiap bulan, tapi kalau tanaman gelagah itu sudah tumbuh dengan lebat, kemungkinan untuk sepuluh tahun mendatang, tidak perlu lagi dikeruk, karena tanaman phregmatis itu secara alamiah akan memproses air kotor tadi dan menciptakan pupuk yang berguna. (ii/jm)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.