Selasa, 30 Januari 2018

Kesehatan - Voice of America: Vaksin Zika Buatan Takeda Dapat Status ‘Fast Track’ dari FDA

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Vaksin Zika Buatan Takeda Dapat Status 'Fast Track' dari FDA
Jan 30th 2018, 10:32, by noreply@voanews.com (Reuters)

Badan Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan status 'fast track' untuk vaksin virus Zika buatan Takeda Pharmaceutical, Takeda mengatakan Senin (29/1), seperti dilaporkan Reuters. Virus Zika yang menyebar lewat nyamuk muncul menjadi bahaya public utama di Brazil tiga tahun lalu. Vaksin TAK-426 saat ini sedang diuji coba kepada 240 pasien yang berusia antara 18 dan 49 tahun dan dalam tahap awal pengembangan. Mekanisme 'fast track' dari FDA bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan dan mempercepat proses peninjauan beberapa obat dan vaksin untuk kondisi-kondisi serius yang belum dipenuhi kebutuhan medis. Virus Zika kemungkinan menyebabkan meningkatnya cacat lahir di Amerika Serikat dan wilayah-wilayah AS lainnya, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dalam laporannya pekan lalu. Wabah Zika ditetapkan sebagai gawat darurat kesehatan masyarakat internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 2016, karena ditemukan hubungan antara virus dan cacat lahir parah. [fw/au]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Senin, 29 Januari 2018

Kesehatan - Voice of America: Peningkatan Resistansi Antibiotik Ancam Kesehatan Masyarakat Dunia

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Peningkatan Resistansi Antibiotik Ancam Kesehatan Masyarakat Dunia
Jan 30th 2018, 02:48

Data baru dari 22 negara dengan pendapatan tinggi hingga rendah menunjukkan resistansi antibiotik terhadap sejumlah infeksi bakteri serius semakin berkembang dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan survei terhadap 1,5 juta orang dengan dugaan infeksi bakteri pada Maret 2016-Juli 2017. Survei itu, yang pertama untuk survei jenis ini, sangat vital untuk memperbaiki dan memahami jangkauan resistansi antimikroba di dunia. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengatakan kepada VOA, penemuan itu memunculkan banyak tanda-tanda peringatan. "Data yang diberikan oleh negara-negara itu menunjukkan bahwa beberapa bakteri yang paling biasa, yang paling sering dilaporkan bakteri resistansi, kami menemukan tingkat resistansinya kadang bisa mencapai 65 persen hingga 82 persen, tergantung jenis bakterinya. Dan..ini data yang sangat mengkhawatirkan," kata dia. ​Bakteri resistansi terhadap antibiotik yang paling sering dilaporkan, termasuk infeksi bakteri e-coli, infeksi bakteri staphylococcus, pneumonia dan salmonella. WHO mendorong semua negara untuk membuat sistem pengamatan yang bagus untuk mendeteksi resistansi obat. Sistem ini akan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi ancaman-ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat dunia.  Jika resistansi obat tidak berhasil diatasi, Lindmeier memperingatkan dunia bisa kembali ke masa-masa berbahaya sebelum penisilin ditemukan. "Infeksi biasa, luka gores, operasi ringan, bisa tiba-tiba menjadi situasi yang paling berbahaya dan mengancam jiwa karena infeksi-infeksi tersebut akan terbukti resistansi terhadap obat-obatan," kata dia. "Pengobatan kanker, misalnya, akan menjadi tantangan besar selain kanker itu sendiri karena sistem kekebalan tubuh yang sudah rendah tidak bisa ditingkatkan dengan antibiotik. Infeksi apa pun akan menimbulkan risiko tambahan." Lindmeier says some countries are taking these warnings to heart. For example, he notes Kenya is enhancing its national antimicrobial resistance system, Tunisia is now collecting national drug-resistant data, and Korea is strengthening its surveillance system. Lindmeier mengatakan beberapa negara menanggapi peringatan-peringatan ini dengan baik. Misalnya, dia mencatat, Kenya meningkatkan sistem resistansi antimikroba nasional, Tunisia sekarang mengumpulkan data nasional resistansi obat, dan Korea memperkuat sistem pengawasannya. [fw/au]    

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.