Kamis, 18 November 2021

Kesehatan - Voice of America: EMA: Untuk Hentikan Lonjakan COVID-19, Eropa Harus Perkecil Kesenjangan Vaksinasi

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
EMA: Untuk Hentikan Lonjakan COVID-19, Eropa Harus Perkecil Kesenjangan Vaksinasi
Nov 19th 2021, 03:52, by voaindonesia@voanews.com (VOA)

Regulator Obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA), pada Kamis (18/11) mengatakan orang-orang di Eropa yang tidak divaksinasi menjadi salah satu penyebab munculnya "gelombang keempat" COVID-19 di wilayah tersebut, dan mendorong negara-negara anggota Uni Eropa untuk memperkecil kesenjangan vaksinasi. Dalam penjelasan singkat tentang pandemi COVID-19 di markas besar EMA di Amsterdam, Kepala EMA Urusan Ancaman Biologis Marco Cavaleri mengatakan pada wartawan bahwa di negara-negara Uni Eropa, orang yang tidak divaksinasi, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun, yang merupakan kelompok paling berisiko untuk dirawat di rumah sakit jika terinfeksi COVID-19, harus menjalani perawatan di ruang perawatan intensif ICU atau meninggal ketika mereka terserang COVID-19. Cavaleri mendesak negara-negara anggota, terutama yang memiliki tingkat vaksinasi "sangat rendah," untuk "memperkecil kesenjangan itu dan memastikan agar sebanyak mungkin orang divaksinasi." Ia kemudian mengatakan sebagaimana yang diperkirakan, data yang mereka kumpulkan terus menunjukkan bahwa suntikan penguat semakin memperkuat perlindungan terhadap infeksi dan penyakit. Ia menambahkan bahwa, EMA merekomendasikan agar suntikan penguat diberikan enam bulan setelah individu mendapatkan vaksinasi dosis penuh, tetapi negara-negara anggota tampaknya akan menawarkan suntikan dosis penguat tersebut lebih awal. Kepala EMA mengatakan pihaknya pada Jumat (19/11) ini akan mempertimbangkan otorisasi pil baru COVID-19 buatan Pfizer untuk penggunaan darurat. Pekan lalu EMA mengatakan mereka juga akan mempercepat persetujuan penggunaan pil COVID-19 buatan Merck. Cavaleri mengatakan penggolongan obat-obatan dan pendekatan yang berbeda itu mewakili berbagai pilihan untuk mengobati COVID-19. Namun menekankan perlunya menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang selama ini ada, seperti pembatasan sosial, praktik kebersihan dan pemakaian masker, "agar kita melindungi diri kita sendiri dan orang lain." [em/jm]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar