Senin, 09 Desember 2019

Kesehatan - Voice of America: Tingkat Harapan Hidup di Amerika Menurun

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Tingkat Harapan Hidup di Amerika Menurun
Dec 10th 2019, 01:01, by voadigital@voanews.com (Eva Mazrieva)

Sebuah kajian baru yang menunjukkan penurunan tingkat harapan hidup di Amerika menimbulkan keprihatinan banyak kalangan. Berdasarkan   analisis data, usia harapan hidup selama hampir enam dekade telah meningkat hampir sepuluh tahun, dari mendekati usia 70 tahun menjadi hampir 79 tahun. Namun sejak tahun 2014 usia harapan hidup ini anjlok selama tiga tahun berturut-turut. Menurut Steven Woolf, salah seorang peneliti kajian di Virginia Commonwealth University School of Medicine ini, penurunan tingkat harapan hidup secara keseluruhan   didorong oleh peningkatan angka kematian kelompok usia kerja, yaitu usia 24-65 tahun. "Hal terbesar yang kami temukan adalah peningkatan jumlah kematian akibat overdosis obat, salah satu pendorong terbesar tren ini," kata Woolf. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, pada tahun 2017   sekitar 130 warga Amerika meninggal setiap hari karena overdosis opioid. Namun ini bukan satu-satunya penyakit yang memperpendek usia orang Amerika.  "Telah terjadi peningkatan kematian karena kecanduan alkohol, bunuh diri, dan puluhan penyakit pada sistem organ seperti diabetes, penyakit paru-paru dan jantung. Secara keseluruhan kami menghitung ada 35 penyebab kematian," ujar Woolf. Dr. John Haaga di National Institute of Aging mengatakan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. "Para pakar demografi kebakaran jenggot. Ini masalah besar. Kami belum pernah melihat penurunan harapan hidup sebesar ini di Amerika   sejak awal munculnya wabah AIDS, dan sebelum itu pada tahun-tahun terjadinya wabah flu dahsyat pasca Perang Dunia Pertama. Amerika terbelakang  di banding negara lain dalam usaha memperbaiki," kata John. Tetapi ia juga mengatakan bahwa penurunan harapan hidup ini merupakan kombinasi dari proses yang terjadi puluhan tahun. ''Ini sudah berlangsung lama. Amerika tertinggal di belakang negara-negara lain dalam hal  memperpanjang kehidupan, yang merupakan tolak ukur kesehatan sejak lama," jelasnya. Sangat penting untuk mengatasi gejala-gejala penyakit dan mengobati penyebab masalah kesehatan tersebut, ujar Woolf. "Selain memperbaiki kebijakan untuk mengatasi kecanduan obat, alkohol atau bunuh diri, kita perlu mundur satu langkah dan menanyakan kepada diri sendiri tentang kondisi kehidupan di Amerika yang mendorong orang berprilaku seperti itu.  Mengapa mereka   merasa begitu kesakitan sehingga harus menggunakan obat penghilang rasa sakit?  Apa yang menimbulkan rasa putus asa dan mendorong orang bunuh diri? Mengapa diabetes sangat tidak terkendali?" papar Woolf. "Kita menghabiskan sekitar dua kali lipat di sektor kesehatan di banding negara-negara Eropa. Industri kesehatan di Amerika mencapai 3,5 triliun dolar. Tidak ada negara lain yang mendekati jumlah itu. Bidang yang benar-benar belum teratasi adalah layanan pencegahan dan semua hal yang seharusnya dilakukan orang : aktivitas fisik, diet yang baik, dan memperhatikan masalah kesehatan sejak dini," kata John Haaga. Studi ini diterbitkan di Jurnal Asosiasi Kesehatan Amerika JAMA. [em/ii]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar