Senin, 04 Desember 2017

Kesehatan - Voice of America: Periset Cari Cara Atasi Kecanduan Opioid

Kesehatan - Voice of America
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan. 
Periset Cari Cara Atasi Kecanduan Opioid
Dec 4th 2017, 17:24, by noreply@voanews.com (Faith Lapidus)

AS dilanda penyalahgunaan opioid dan obat-obatan dalam skala yang belum terjadi sebelumnya. Setiap hari, sekitar 91 warga AS meninggal dunia karena overdosis terkait opioid. Sebuah studi baru yang membandingkan dua dari obat-obatan utama untuk menangani kecanduan mendapati keduanya sama-sama aman dan efektif untuk membatasi penggunaan opioid, mencegah kambuh dan overdosis. Sekitar 2,5 juta warga AS kecanduan opioid dan heroin yang diberikan lewat resep dokter. Karena itu intervensi medis sangat penting untuk merespon epidemi itu. Pengobatan yang paling sering diberi oleh dokter adalah buprenorphine-naloxone. Obat itu seringkali diberikan untuk mengatasi overdosis narkotika dalam situasi darurat. Masalahnya adalah, obat itu memiliki efek samping mirip opioid dan berpotensi disalahgunakan. Sebaliknya, obat naltrexone – yang dipasarkan sebagai Vivitrol – memblok dampak opioid. Tapi, pasien harus benar-benar bebas dari opioid untuk mulai menggunakannya. Kedua obat itu digunakan dengan cara sangat berbeda, jelas Dr. Joshua Lee dari Fakultas Kedokteran New York University. "Naltrexone adalah kandungan yang memblok opioid dan itu digunakan setelah orang bebas dari obat terkait opioid setelah detoksifikasi dan ingin mempertahankan keadaan bebas opioid menggunakan naltrexone," ujarnya. Kemudian buprenorphine digunakan sebagai model maintenance di mana orang-orang Joshua Lee dan para koleganya di Fakultas Kedokteran New York University memimpin sebuah studi untuk membandingkan kedua terapi itu. Kelompok 570 orang dewasa yang kecanduan opioid yang masih berupaya meninggalkan kebiasaan heroin mereka lewat detox mendapat satu dosis buprenorphine lewat mulut setiap hari ketika dirawat, atau suntikan naltrexone enam bulan setelah menyelesaikan pengobatan. Para periset berharap temuan mereka bahwa obat-obatan itu sama-sama aman dan efektif bisa mendorong klinik-klinik untuk memperluas perawatan mereka dan menyelamatkan nyawa. [vm/ii]

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar